Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 00:02:50 WIB
RAKYAT SUMBAR

Sopir Pemerkosa Ditangkap

Berbuat di Jakarta, Diringkus di Bukittinggi

Padang Ekspres • Rabu, 21/09/2011 12:45 WIB • Heri Faisal • 500 klik

Bukittinggi, Padek—Tiga pelaku pemerkosaan RS, 27, karyawati sebuah departement store di atas angkot di Jakarta, ditangkap di Bukittinggi, kemarin (20/9),  sekitar pukul 14.30 WIB. Ketiga tersangka pemerkosaan di angkot jurusan Ciputat-Pondok Labu itu, dibekuk tanpa perlawanan oleh tim gabungan dari Tim Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya, Reserse dan Kriminal (Rekrim) Polresta Bukittinggi, dan Reskrim Polda Sumbar.


Ketiganya adalah Andri Wibisono Panjaitan alias Putaw, 18, sopir angkot, ditangkap di salah satu warnet di Simpang Lambau, Bukittinggi. Sehat Arista Panjaitan alias Rocky, 20, dan Batisda Almando Pakpahan alias Sebastian, 19, ditangkap di Grand Rocky Hotel Bukittinggi.


Kabid Humas Polda Sumbar AB Kawedar menyebutkan, ketiga tersangka yang telah buron sejak dua pekan lalu itu, dititipkan sementara di tahanan Polresta Bukittinggi sebelum diserahkan ke Polda Metro Jaya. ”Rencananya besok (hari ini, red) pukul 12.30 baru dibawa ke Jakarta dengan pesawat via Bandara Internasional Minangkabau,” kata Kawedar, tadi malam.


Untuk diketahui, RS diperkosa di dalam sebuah angkot yang dibawa pelaku pada Kamis (1/9) lalu dalam perjalanan dari bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta ke kawasan Pondok Gede, Bekasi.


Sebelum kejadian itu, RS yang sudah mengenal pelaku, membuat janji bertemu Andri di bundaran HI. Lalu, Andri bersama rekannya Yogi, Aris, dan Sebastian menjemput korban menggunakan angkot D.02. Andri berjanji mengantarkan korban ke rumahnya di kawasan Pondok Gede.


Dalam perjalanan, Andri mengajak RS melakukan hubungan suami istri. Namun, korban menolak. Akibatnya, Andri membuka paksa pakaian korban dan melakukan aksi pemerkosaan. Temannya Yogi juga ikut melakukan aksi serupa. Sementara Sebastian memegangi tangan korban, dan Aris mempereteli semua perhiasan dan barang berharga milik korban.


Usai melakukan tindakan bejatnya, pelaku menurunkan korban di perempatan Trakindo, Cilandak, Jakarta Selatan. Hingga sepekan setelah kejadian, Selasa (13/9), korban bertemu Yogi di perempatan Trakindo. Dia kemudian meminta bantuan dua petugas Polantas di lokasi itu untuk menangkap Yogi dan menjelaskan kronologi perkosaan yang dilakukan Andri dan Yogi.


Petugas Polantas pun kemudian menggiring pelaku ke Mapolres Jakarta Selatan untuk diperiksa dan dimintai keterangan. Dalam keterangannya, Yogi mengaku telah memperkosa RS bersama Andri. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Selasa, 27/09/2011 - Jam 19:03 WIB
potong aja peler manusia bejat itu pak polisi,,dasar gak pernah merasa punya adik perempuan mereka itu,,, jahanam potong kalempongnya atau di hukum mati sekalian,,kayak gak ada lokalisasi pelacuran aja di jakarta,, makanya pemerintahan jakarta jangan di uber lokalisasi itu,, karna tempat maksiat itu adalah di jaman nabi sudah ada ,,, karna itu mencegah perbuatan perkosaan dini
Dari : yohanes
Senin, 26/09/2011 - Jam 14:55 WIB
bravo polisi...jebloskan aja ke penjara pak,bikin malu aja...
Dari : Novrizon
Kamis, 22/09/2011 - Jam 09:38 WIB
Laknat, pelaku sama seperti si waw waw,kalau polisi serius gampang kok menangkap pelakunya..Bravo Polisi..ini baru B tinggi di Kolumbia saja bisa. saya akan sebarkan berita Padek ini ke kawan2 di perantauan, supaya membuka di internet koran padek hari ini..soalnya didinding Mikrolet itu tertulis dgn huruf besar singkatan nama kampung kami di Agam ..sehingga kami semua resah dan malu seandainya ada org sekampung kami yg terlibat, trims padek
Pekanbaru 22-9-11
Redaksi : Terimakasih atas komentarnya.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!