Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 04:23:09 WIB
PRO SUMBAR

Turunkan Angka Kematian Ibu

Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Padang Ekspres • Kamis, 07/04/2011 11:05 WIB • zikriniati zn • 813 klik

Pariaman, Padek—Pemerintah Kota Pariaman lewat Dinas Kesehatan terus menggagas sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memaksimalkan pelayanan di unit pelayanan kesehatan. Sehingga bisa menekan  angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).


Data Dinas Kesehatan Kota Pariaman tahun 2010, AKI 70 : 100 ribu kelahiran. Jika melihat angka yang ditetapkan Millennium Development Goals (MDGs) yang ditetapkan WHO adalah 102:100 ribu kelahiran. Artinya,l angka kematian ibu di Kota Pariaman sudah melampaui target yang ditetapkan MDGs tersebut.


Begitu juga untuk AKB saat ini berada pada posisi 13,4: 1.000 kelahiran. Sedangkan angka yang ditetapkan MDGs adalah 24: 1.000 kelahiran. Meski angkanya menunjukan penurunan, Dinas Kesehatan Kota Pariaman tidak lantas berpuas diri. Bahkan untuk tahun ini, DKK dalam rencana strategis (renstra) menargetkan penurunan AKB menjadi 12:1.000 kelahiran.


“Untuk itu, kami memang konsen memaksimalkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Mulai dari unit terkecil, seperti posyandu. Sehingga masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan akses pelayanan kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Djusnaini didampingi Kabid Kesejahteraan Keluarga (Kesga) Ria kepada Padang Ekspres di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.


Saat ini, total posyandu di Kota Pariaman mencapai 132 unit yang tersebar di desa dan kelurahan. Posyandu dilengkapi satu orang bidan, dilaksanakan satu kali dalam sebulan.


Seluruh masyarakat yang memiliki anak balita dan ibu hamil wajib memeriksakan kesehatan mereka. Sehingga dengan mudah terpantau kondisi kesehatan ibu hamil dan balita. Karena kekurangan gizi dan anemia saat hamil, salah satu penyebab kematian pada bayi.


Bidan desa yang menggawangi posyandu wajib mengcek langsung ke lapangan. Siapa tahu ibu hamil tersebut termasuk dalam kondisi hamil risiko tinggi yang harus mendapatkan penanganan intensif selama masa kehamilan.


Agar warga bisa dengan mudah menjangkau pelayanan kesehatan saat ini sebanyak 50 desa/kelurahan sudah ditetapkan sebagai desa/kelurahan siaga. Di desa tersebut memiliki bidan yang bisa memberikan pelayanan selama 24 jam.


DKK juga sudah melengkapi sarana dan prasarana di setiap pos kesehatan desa (Poskesdes). Sebagai sarana memberikan pelayanan pertama dengan tingkat penyakit ringan yang masih bisa ditangani bidan desa.


Untuk puskesmas, peningkatan layanan dilakukan dengan adanya kunjungan dokter spesialis, dalam hal ini spesialis lima layanan dasar yaitu spesialis anak, kebidanan, bedah, paru dan mata. Secara bergantian satu kali dalam sebulan, dokter spesialis tersebut memberikan pelayanan kepada warga dan transfer ilmu kepada tenaga medis yang ada di puskesmas.


Tujuannya, tim medis di puskesmas bisa mendeteksi komplikasi yang terjadi pada pasien terutama ibu dan anak pada saat pemeriksaan kesehatan di puskesmas. (*)

[ Red/ ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!