Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 20:04:46 WIB
RAKYAT SUMBAR

Daerah Diminta Kendalikan Inflasi

Padang Ekspres • Kamis, 15/09/2011 11:08 WIB • (ril) • 352 klik

SERTIJAB: PBI Padang Joko Wardoyo menandatangani berita acara pelantikan disaksi

Padang, Padek—Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad meminta pemerintah dan Bank Indonesia harus semakin mengintensifkan koordinasi dan kerja sama sebagai upaya pengendalian inflasi. Apalagi inflasi daerah menyumbang 77 persen terhadap inflasi nasional.


“Inflasi daerah dampaknya sangat signifikan. Jadi kalau bisa dikendalikan, secara nasional agregat itu rendah. Inflasi menggerus pendapatan masyarakat,” jelas Muliaman D Hadad, saat serah terima jabatan Pemimpin Bank Indonesia Padang, di ruang Nan Tongga Bank Indonesia Padang, kemarin.


Pada kesempatan itu dilakukan serah terima jabatan pejabat lama, M Emir Akbar ke pejabat baru, Joko Wardoyo. Disaksikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad dan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Wagub Sumbar, Muslim Kasim. Dan, dihadiri unsur Muspida Sumbar, Wali Kota Padang Fauzi Bahar dan pimpinan perbankan di Sumbar.


Menurut dia, bentuk campur tangan pemerintah daerah terhadap inflasi di daerah melalui monitoring, misalnya apakah ada gangguan distribusi. Dari situ, jika ada gangguan distribusi, segera diantisipasi agar harga barang tidak naik.


”Begitu ada gangguan, apa yang harus kita lakukan; mempercepat distribusi atau ada gangguan sistemik pada sistem produksi, itu kita atasi. Kalau bersifat sementara, langsung digerojok dengan operasi pasar. Jadi respons cepat kita lakukan,” tandasnya.


Selain itu, lanjut Muliaman, otonomi daerah dan desentralisasi fiskal, serta karakteristik tiap daerah yang berbeda membuat sumber tekanan inflasi pun berbeda. “Namun, yang terpenting semua pihak baik daerah maupun pusat serta Bank Indonesia, diminta bekerja sama dalam menjaga kecukupan pangan agar laju inflasi bisa terkendali,” katanya.


Di tingkat pemerintah, sebut Muliaman, pihaknya memahami inflasi hanya dapat ditanggulangi dengan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan Bank Indonesia.


“Memang core inflation lebih banyak di BI, tapi komponen-komponennya juga terkait dengan sektor riil, jasa dan lainya. Jadi bentuk koordinasi pemerintah dan BI adalah kunci bagi kita untuk bisa mengendalikan inflasi dengan baik,” jelasnya.


Berdasar data Bank Indonesia Padang, inflasi Kota Padang pada triwulan II 2011 terus bergerak turun. Inflasi Kota Padang tercatat 4,82 persem (yoy) sedangkan secara triwulanan tercatat mengalami deflasi -0,89 persen (qtq). Secara keseluruhan inflasi Kota Padang sampai dengan Juni 2011 mencapai 0,56 persen (ytd).


Pemimpin Bank Indonesia Padang, Joko Wardoyo, usai sertijab mengatakan kesinergisitasan antara pemerintah daerah dengan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi ini melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) yang kini telah berjalan.


Selama ini TPI Sumbar telah melakukan pemantauan harga, pemetaan masalah, pengendalian harga, memberikan informasi & rekomendasi, dan publikasi dalam upaya mengendalikan inflasi.


“Kinerja TPI telah menghasilkan gap inflasi kota Padang dibandingkan angka inflasi nasional yang semakin kecil. Hal ini menunjukkan koordinasi dalam forum TPI telah efektif dalam mengendalikan harga,” jelasnya seraya mengatakan akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah akan hal tersebut.


Permudah KUR
Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengharapkan pemimpin Bank Indonesia Padang, Joko Wardoyo mampu memberdayakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Sumbar.


Salah satu upaya yang dilakukan itu mempermudah akses mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) di enam perbankan yang ditunjuk.
“Potensi ekonomi Sumbar terletak pada pelaku UMKM. Untuk kami mengharapkan perbankan memberikan kemudahan akses KUR termasuk tanpa agunan,” ujar Irwan Prayitno.


Irwan juga mengharapkan pemimpin Bank Indonesia Padang ini melanjutkan program perbankan syariah. (ril)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!