Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 22:59:44 WIB
NASIONAL

Polri Sweeping Senjata di Ambon

Padang Ekspres • Rabu, 14/09/2011 11:34 WIB • (jpnn) • 203 klik

Jakarta, Padek—Mabes Polri benar-benar all out mencegah Ambon menjadi medan perang kedua setelah konflik 1999. Salah satu caranya dengan mencegah masuknya pendatang dan senjata ke Ambon. Semua pintu masuk Ambon akan dijaga dengan ketat.


”Kami lakukan tindakan pencegahan. Bukan untuk mengganggu kenyamanan warga tapi demi kepentingan bersama,” ujar Kadivhumas Polri Irjen Anton Bachrul Alam kemarin. Sweeping itu terutama mencari senjata dan pendatang yang tidak jelas maksud kedatangannya ke Ambon.


Menurut Anton, walau suasana sudah kondusif, Polri tak ingin kecolongan. ”Kita juga turunkan penyidik ke Ambon, ada 13 orang dari Bareskrim yang juga sudah berangkat ke sana,” kata mantan Kapolda Jatim itu.


Apakah ada informasi soal pengerahan massa ke Ambon? Anton tak mau terang-terangan menjawab. ”Kita tidak perlu ber-suudzon ya, yang kita inginkan Ambon tetap damai,” kata pejabat Polri yang rajin mengadakan pengajian di rumah dinasnya itu.


Informasi yang dihimpun JPNN, basis-basis massa mulai dibentuk di beberapa wilayah. Secara terang-terangan Front Pembela Islam (FPI)  misalnya membuka pendaftaran relawan ke Ambon. ”Kita akan kirimkan mujahidin ke sana kalau aparat tidak bisa bertindak adil,” ujar Sekjen FPI Muhammad Shobri Lubis kemarin.


Selain FPI, beberapa kelompok yang pada 1999 pernah terlibat di Ambon juga mulai mengorganisasi diri. Bahkan, di internet sudah muncul pesan-pesan agar bersiap dan berhati-hati dengan sweeping polisi. ”Untuk ikhwan yang hendak menengok saudara kita yang terluka di Ambon hati-hati cari jalan masuk, kita akan diperlakukan seperti teroris,” tulis  website berita www.voa-islam.com tadi malam. (jpnn)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!