Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 22:25:58 WIB
XPRESI

Kumpulan Cerpen yang tak Biasa

Padang Ekspres • Rabu, 06/04/2011 09:02 WIB • (fresti) • 577 klik

Nama Yetti A.KA memang sudah tak begitu asing. Apalagi bagi yang menyukai dunia tulis menulis cerpen. Cerpen-cerpen yang dihasilkan berdarah Minang ini memang menarik untuk dibaca. Begitu juga dengan buku cerpen Satu Hari Bukan di Hari Minggu ini. Menurut beberapa orang penikmat cerpen, membaca cerpen ini sama seperti minum jamu, soalnya pahit dulu baru merasakan manisnya di kemudian.


Seperti halnya Sysipus yang dikutuk Zeus mendorong batu ke puncak gunung kemudian menggelinding jatuh, begitu pula dengan cerpen-cerpen Yetti ini. Usaha untuk mengakhiri cerpennya tidak pernah tuntas. Kisah yang disusun dengan narasi yang kuat, selalu dimentahkan lagi dengan akhir kisah misterius-dilematis. Selalu ada pertanyaan yang disisakan. Begitulah ketika kita membaca kumpulan cerpen Satu Hari bukan di Hari Minggu ini.


Setidaknya buku ini bisa mendatangkan inspirasi buat sobeX dalam menulis cerpen. Soalnya dalam buku ini banyak hal-hal menarik kita temui dalam menulis cerpen. Sebagai buku kumpulan cerpen, jelas buku ini membuat kita semakin ingin membaca cerpen Yetti  ini.  (fresti)
karena gaya cerpen yang dimunculkan Yetti sangat berbeda. (fresti)

[ Red/ ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!