Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 13:20:11 WIB
RAKYAT SUMBAR

Syiarkan Islam di Mentawai lewat Speed Boat

Padang Ekspres • Jumat, 19/08/2011 14:09 WIB • (a) • 631 klik

DAKWAH  KE MENTAWAI: Ketua GMM Sumbar Khatib Maat Acin (paling kiri), mantan Kap

Padang, Padek—Gerakan Muslim Minangkabau (GMM) Sumatera Barat menyerahkan satu speed boat kepada tim yang akan melaksanakan dakwah dan menyebarkan syiar Islam di Kepulauan Mentawai.


Dengan speed boat senilai Rp 170 juta itu, Padang-Mentawai bisa ditempuh 3-4 jam perjalanan. Dengan begitu, memudahkan akses dai berdakwah ke pelosok-pelosok pulau Mentawai.


Ketua GMM Sumbar, Khatib Maat Acin di sela-sela penyerahan bantuan, menjelaskan, pihaknya begitu tersentak saat berkunjung ke Mentawai Pascagempa dan tsunami 25 Oktober 2010 lalu. Mereka menemukan lunturnya agama Islam di Bumi Sikerei itu. Bahkan, umat Islam yang sebelumnya sempat mencapai 60 persen dari populasi, sekarang hanya tinggal 18 persen. Itu pun banyak yang tidak memahami Islam sesuai syariat.


Untuk itu, GMM menilai perlu diadakan dakwah berkelanjutan pada masyarakat Mentawai. Saat ini, GMM Sumbar sedang mendidik 25 orang warga asli Mentawai yang alumni pesantren, panti asuhan Mentawai, dan MAN untuk diterjunkan ke pulau terluar Sumbar itu menyiarkan ajaran Islam.


Pembina GMM Sumbar yang juga mantan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Polisi (Purn) Dasrul Lamsudin mengatakan, saat ini yang menjadi kendala untuk berdakwah di Mentawai adalah transportasi antarpulau dan sumber daya dai.


Untuk itu, GMM mencoba memfasilitasi dengan mengusahakan tersedianya speedboat dan mendidik 25 orang muslim Mentawai untuk diturunkan ke daerahnya untuk berdakwah.


“Kami mendidik 25 anak asli Mentawai untuk menjadi dai yang mandiri, bisa mencari hidup di Mentawai dan bisa menyiarkan ajaran Islam. Mudah-mudahan tidak bertambah yang murtad, dan banyak yang kembali ke Islam. “Selama ini tidak ada yang membuat akidah mereka bertahan,” ujar Dasrul.


Kapal ini bisa tersedia berkat bantuan dari masyarakat Indonesia yang di Mekkah, Malaysia, Gebu Minang dan donator lainnya. Khatib Maat Acin mengharapkan kapal ini bukan kapal yang pertama dan terakhir. “Kita imbau semua muslim tergugah hatinya membantu dakwah ini, karena ini bagian jihad dan tabungan akhirat,” ujarnya.


Kapal ini telah dicoba berangkat ke Mentawai dan mampu sampai di Mentawai 3,5 jam perjalanan. Nantinya kapal ini direncanakan akan membawa dai yang sudah selesai dilatih, 15 September mendatang. (a)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!