Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 14:38:12 WIB
RAKYAT SUMBAR

Syiarkan Islam di Mentawai lewat Speed Boat

Padang Ekspres • Jumat, 19/08/2011 14:09 WIB • (a) • 637 klik

DAKWAH  KE MENTAWAI: Ketua GMM Sumbar Khatib Maat Acin (paling kiri), mantan Kap

Padang, Padek—Gerakan Muslim Minangkabau (GMM) Sumatera Barat menyerahkan satu speed boat kepada tim yang akan melaksanakan dakwah dan menyebarkan syiar Islam di Kepulauan Mentawai.


Dengan speed boat senilai Rp 170 juta itu, Padang-Mentawai bisa ditempuh 3-4 jam perjalanan. Dengan begitu, memudahkan akses dai berdakwah ke pelosok-pelosok pulau Mentawai.


Ketua GMM Sumbar, Khatib Maat Acin di sela-sela penyerahan bantuan, menjelaskan, pihaknya begitu tersentak saat berkunjung ke Mentawai Pascagempa dan tsunami 25 Oktober 2010 lalu. Mereka menemukan lunturnya agama Islam di Bumi Sikerei itu. Bahkan, umat Islam yang sebelumnya sempat mencapai 60 persen dari populasi, sekarang hanya tinggal 18 persen. Itu pun banyak yang tidak memahami Islam sesuai syariat.


Untuk itu, GMM menilai perlu diadakan dakwah berkelanjutan pada masyarakat Mentawai. Saat ini, GMM Sumbar sedang mendidik 25 orang warga asli Mentawai yang alumni pesantren, panti asuhan Mentawai, dan MAN untuk diterjunkan ke pulau terluar Sumbar itu menyiarkan ajaran Islam.


Pembina GMM Sumbar yang juga mantan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Polisi (Purn) Dasrul Lamsudin mengatakan, saat ini yang menjadi kendala untuk berdakwah di Mentawai adalah transportasi antarpulau dan sumber daya dai.


Untuk itu, GMM mencoba memfasilitasi dengan mengusahakan tersedianya speedboat dan mendidik 25 orang muslim Mentawai untuk diturunkan ke daerahnya untuk berdakwah.


“Kami mendidik 25 anak asli Mentawai untuk menjadi dai yang mandiri, bisa mencari hidup di Mentawai dan bisa menyiarkan ajaran Islam. Mudah-mudahan tidak bertambah yang murtad, dan banyak yang kembali ke Islam. “Selama ini tidak ada yang membuat akidah mereka bertahan,” ujar Dasrul.


Kapal ini bisa tersedia berkat bantuan dari masyarakat Indonesia yang di Mekkah, Malaysia, Gebu Minang dan donator lainnya. Khatib Maat Acin mengharapkan kapal ini bukan kapal yang pertama dan terakhir. “Kita imbau semua muslim tergugah hatinya membantu dakwah ini, karena ini bagian jihad dan tabungan akhirat,” ujarnya.


Kapal ini telah dicoba berangkat ke Mentawai dan mampu sampai di Mentawai 3,5 jam perjalanan. Nantinya kapal ini direncanakan akan membawa dai yang sudah selesai dilatih, 15 September mendatang. (a)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunda Akuisisi BTN

MASIH teringat dari layar TV, wajah Budi Gunadi Sadikin semringah sepekan lalu. Kegembiraan bos Bank Mandiri yang baru berumur 40 tahun itu disebabkan terwujudnya impian yang dia idam-idamkan sejak lama. Yakni, mem­bawa bank yang dipimpinnya menjadi salah satu bank yang patut diperhitungkan di kancah ASEAN.

Butuh Listrik

Yth. Bapak kepala PLN...Kapan kampung kami (Kabupaten Pessel, Kecamatan Sutera Kenagarian Koto Nan 3 Selatan) akan dialiri listrik, padahal kampung kami bukan kampung terpencil..kami sekampung sangat berharap perhatian dan tindak lanjut dari bapak. Atas perhtian Bapak kami skmpg mengucapkan terima kasih. Wassalam.

Jumat ,25 April 2014

Perempuan Berpeluang Pimpin DPRD

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai.............................!

 

Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Jan sampai ndak panen lo Pak, ka kida suok beko...............................!

 

Korban Gigitan Musang Meninggal

Inalilallahi, awak ikuik baduka pak.................................................!