Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 20:20:13 WIB
PRO SUMBAR

Lahirkan Pelarangan Pukat Harimau

Padang Ekspres • Senin, 04/04/2011 11:27 WIB • (yo) • 2703 klik


Maraknya aksi penangkapan ikan menggunakan pukat harimau di perairan laut Pesisir Selatan (Pessel), ditanggapi Pemkab dengan mengeluarkan Keputusan Bupati tentang Pelarangan Penggunaan Pukat Harimau. Upaya ini bertujuan agar pengawasan secara langsung dari masyarakat juga berjalan optimal.   


”Keputusan itu disesuaikan dengan edaran menteri, dan akan segera diterbitkan,” ungkap Bupati Pessel Nasrul Abit ketika dihubungi Padang Ekspres pekan lalu.
Keterbatasan sarana kapal oleh DKP Pessel, peluang bagi pelaku penangkapan ikan dengan jaring pukat harimau beroperasi di Pessel. Saat ini, kapal patroli dengan kecepatan maksimum kapal 9 knot. Sementara mereka melakukan penangkapan ikan dengan pukat harimau dengan kecepatan 13 knot.


”Kalau tidak ada halangan, Insya Allah, awal Juni 2011 ini, Pemkab akan menerima bantuan kapal patroli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kapal ini untuk pengamanan pesisir laut dari aksi pencurian ikan dan penggunaan pukat harimau serta alat lainya yang bisa merusak ekosistem laut,” jelas Nasrul.


Nasrul minta nelayannya tidak menggunakan jaring pukat harimau karena merusak ekosistem laut. Sedangkan kepada masyarakat dia minta agar proaktif melaporkan setiap kegiatan melanggar hukum.
Kawasan laut Pessel menjadi sumber penghidupan 19.600 kepala keluarga. Mereka tersebar di 10 kecamatan dengan garis pantai mencapai 243 kilometer. Dengan potensi ini, diyakini bisa memberikan penghidupan. Namun potensi ini dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab. ”Makanya tidak ada istilah toleransi bila oknum pelaku tertangkap,” tegasnya. (yo)

[ Red/ ]

Komentar Berita
Selasa, 25/10/2011 - Jam 20:15 WIB
saya setuju dikeluarkan larangan ini !!!!


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!