Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 16:50:57 WIB
BERITA DAERAH

Kota Payakumbuh

Mita Mahal, Bensin Susah

Dugaan Rencana Konversi Gas

Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Selasa, 09/08/2011 11:49 WIB • Fajar Rillah Vesky • 222 klik

SUSAH DIDAPATKAN: Tidak hanya harga minyak tanah yang mahal  tetapi bahan bakar

Payakumbuh, Padek—Memasuki pekan kedua Ramadhan, harga minyak tanah melambung di Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Harga minyak tanah bahkan sudah menembus angka Rp5 ribu sampai Rp6.500 per liternya.


”Minyak tanah di sini cukup lancar, Pak, tapi harganya mahal. Harga seliter minyak tanah bahkan lebih dari harga seliter bensin,” kata Zainal, jamaah Masjid Syuhada, Kelurahan Balaijariang, Payakumbuh Utara kepada Wawako Syamsul Bahri, Minggu (7/8) malam.


Mahalnya harga minyak tanah juga disampaikan Ilin, 46, ibu rumah tangga di Limbukan, dan Dona, ibu rumah tangga di Sawahpadang. Kedua kelurahan itu, sama-sama berada dalam wilayah Payakumbuh Selatan.


“Iya, minyak tanah memang mahal sekarang. Biasanya, kami membeli Rp5 ribu. Kemarin, sempat beli Rp6 ribu per liter. Selain mahal, minyak tanah juga susah,” kata Ilin dan Dona, beberapa hari sebelumnya.


Sejumlah ibu rumah tangga di Parambahan dan Sungaidurian, Lamposi Tigo Nagari juga mengeluhkan mahalnya harga minyak tanah. “Kalau bisa, ada operasi pasar atau razia di pangkalan minyak tanah. Sehingga masyarakat tidak susah saat bulan puasa,” ujar Rina, warga Parambahan, Senin (8/8).
Kepala Bagian Perekonomian Pemko Payakumbuh Hendri Refdinal menduga, harga minyak tanah mahal karena adanya kebijakan konversi minyak tanah ke gas. Sehingga, banyak yang menyimpan minyak tanah, demi keuntungan sepihak.


“Padahal, minyak tanah ini sudah disubsidi oleh pemerintah,” kata Hendri Refdinal sembari berjanji, akan membahas masalah mahalnya harga minyak ini dalam rapat koordinasi bidang ekonomi.


Bensin masih Susah
Tidak hanya harga minyak tanah yang mahal di Payakumbuh. Bahan bakar minyak jenis premium dipastikan juga masih susah didapat warga. Sehingga membuat tokoh masyarakat Padangdata, Payakumbuh Barat,  Muhammad Yunus berharap pemko dapat mengawasi  pendistribusian bensin di SPBU.


“Pemerintah kota tolonglah awasi pendistribusian BBM di setiap SPBU, sampai Lebaran mendatang,” pinta Muhammad Yunus ke Sekko Payakumbuh Irwandi yang berkunjung ke Masjid Al-Furqan Padangtangah, Jumat (5/8) malam.


Mendengar harapan warga, Irwandi Datuak Batujuah yang datang bersama anggota DPRD Maharnis Zul, Kepala Bappeda Syofyan, Kadis Tata Ruang Musdik, dan Dirut PDAM Faisal Mustafa, menegaskan, pemko akan melakukan pengawasan bahan bakar minyak secara ketat.


“Sebelum Ramadhan lalu, pemko sudah beberapa kali membuat kesepakatan dengan pemilik SPBU, untuk mematuhi edaran wali kota dan muspida Payakumbuh, tentang pendistrubusian BBM,” kata Irwandi.


Kendati demikian, Irwandi meminta masyarakat untuk dapat melakukan  pengawasan dan melaporkan  petugas SPBU yang nakal kepada petugas ketertiban pemerintah kota. “Laporkan saja, nanti kalau membandel, kita surati langsung Pertamina,” sebut Irwandi. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!